BAB
1
A.
LATAR BELAKANG
Pendidikan
memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang
berkualitas. Oleh karena itu pendidikan hendaknya dikelola, baik secara kualitas
maupun kuantitas. Hal tersebut dapat dilihat pada prestasi belajar siswa.
Selama
ini pencapaian prestasi belajar khususnya di bidang matematika mengalami
penurunan. Setidaknya tercermin hasil tes dari Trends in Mathematics and
Science Study (TIMSS) yang diikuti siswa kelas VIII Indonesia tahun 2011.
Penilaian yang dilakukan International Association for the Evaluation of Educational
Achievement Study Center Boston College tersebut, diikuti 600.000 siswa dari 63
negara. Untuk bidang matematika, Indonesia berada di urutan ke-38 dengan skor
386 dari 42 negara yang siswanya di tes. Skor Indonesia ini turun 11 poin dari
penilaian tahun 2007. Menurut Wono Setyabudhi, “Pembelajaran matematika di
Indonesia memang masih menekankan menghafal rumus-rumus dan menghitung. Bahkan,
guru pun otoriter dengan keyakinannya pada rumus-rumus atau pengetahuan
matematika yang sudah ada” (Kompas, 14/12/12).